Home » » Unta dan Babi

Unta dan Babi

Catatan Ringan. Banyak orang yang mengira unta menyimpan air dalam punuknya sehingga untua tahan hidup di gurun pasir yang sulit mendapatkan air minum.  Sebenarnya dalam punuk unta tersimpan lemak.  Lemak pada punuk tersebut berbentuk cairan, sehingga unta dapat menahan haus selama empat hari tanpa minum dalam perjalanan di padang pasir yang panas.  Selain itu telapak kaki unta yang lebar membuatnya mudah melangkah di pasir tanpa tenggelam atau terjatuh.  Lubang hidung unta juga dilengkapi dengan penutup yang bisa menghindari unta dari debu/pasir saat terjadi badai pasir di gurun pasir.  Di sekitar telinga unta ditumbuhi bulu-bulu yang panjang yang dapat menghalangi debu dan pasir masuk ke lubang telinganya.  Unta juga memiliki dua baris bulu mata sehingga debu dan pasir tidak mudah masuk ke matanya.  Fisiologi unta memang sesuai dengan habitat hidupnya sehingga unta bisa bertahan pada daerah gurun yang ekstrim panas dan kering.

Babi sangat senang berkubang di air kotor atau lumpur, padahal sebenarnya babi bukanlah hewan yang kotor.  Babi termasuk hewan yang tidak tahan terhadap sorotan cahaya.  Babi sangat sedikit mengeluarkan keringat dan kulitnya hampir tidak memiliki bulu sehingga tidak bisa melindunginya dari sengatan sinar matahari, karenanya babi sangat bergantung pada lingkungannya untuk mempertahankan suhu tubuhnya.  Babi termasuk hewan berdarah panas seperti juga manusia.  Air kotor atau kubangan lumpur bisa membantu babi menjaga kestabilan suhu tubuhnya.  Sejak dulu orang menggunakan kuda dan sapi sebagai pengganti babi untuk membajak tanah pertanian, karena dalam keadaan panas babi cepat lelah  Babi juga termasuk hewan omnivora (pemakan segala), sehingga babi tidak cocok dimanfaatkan di pertanian.

babi bukan hewan kotor