Home » » Memilih Jenis Kelamin Anak

Memilih Jenis Kelamin Anak

Catatan Ringan. Setiap manusia memiliki 46 kromosom yang terdiri dari 23 pasang kromosom termasuk sepasang kromosom seks yang menentukan jenis kelamin manusia.  Kromosom seks perempuan adalah X dan kromosom laki-laki adalah Y.  Perempuan membawa 1 jenis kromosom (XX) yang dihasilkan oleh sel telur dan laki-laki membawa 2 jenis kromosom (XY) yang dihasilkan oleh sperma.

Seorang anak lahir setelah terjadinya pembuahan sel telur perempuan oleh sel sperma laki-laki.  Pada saat itu jika kromosom X yang dibawa oleh sperma bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka akan lahir anak perempuan (XX), jika kromosom Y yang dibawa oleh sperma bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka akan lahir anak laki-laki (XY).  Artinya penentu jenis kelamin seorang bayi adalah sel sperma laki-laki yang akan membuahi sel telur.

Bayi hidup dalam rahim ibu selama sekitar 9 bulan 10 hari atau sekitar 280 hari.  Jenis kelamin janin dapat diketahui setelah menginjak usia 4 bulan dengan menggunakanalat ultrasonografi (USG), selain itu juga dapat diketahui kondisi janin apakah ada mengidap suatu penyakit.

Ada beberapa cara/usaha pasangan suami istri dalam menentukan jenis kelamin jabang bayinya nanti:
  1. Waktu Pembuahan.  Bila ingin mendapat anak laki-laki, lakukan pembuahan tepat pada saat masa subur istri, secara umum adalah 14 hari sebelum haid akan datang.  Haid adalah proses membuang sel telur yang tidak terpakai (tidak dibuahi) 14 hari setelah sel telur tersebut turun ke rahim.  Kecepatan berenang dari kromosom X dan kromosom Y pada sperma tidak sama, kromosom Y berenang lebih cepat mencapai sel telur dalam rahim, tetapi usia bertahan di rahim tidak selama kromosom X.  Usia kromosom Y sekitar 48 jam dan usia kromosom X sekitar 72 jam.  Apabila kromosom Y yang sampai duluan dan saat itu sel telur sudah menunggu (pas masa subur), maka kemungkinan akan lahir anak laki-laki, apabila sel telur belum turun (sebelum masa subur), maka kromosom Y akan mati sementara kromosom X yang datang belakangan dan bisa bertahan lebih lama dan akan membuahi sel telur yang datang, maka kemungkinan besar akan lahir anak perempuan.
  2. Derajat Keasaman Vagina.  Derajat keasaman (pH) vagina mempengaruhi usia kromosom X dan Y yang dibawa oleh sperma.  Kondisi basa/alkali akan menguntugkan kromosom Y, memungkinkan mendapat anak laki-laki.  Kondisi asam akan menguntungkan kromosom X dari sperma, memungkinkan mendapat anak perempuan.  Kondisi keasaman vagina ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain makanan yang dikonsumsi isteri dan cairan khusus yang disemprotkan ke vagina sebelum melakukan pembuahan.  Hal lain adalah orgasme yang dialami oleh perempuan akan menghasilkan suasana basa pada vagina, sebaliknya orgasme pada laki-laki menghasilkan suasana asam pada vagina.  Harus diatur siapa yang harus orgasme dahulu agar tercipta suasana keasaman yang sesuai dengan keinginan pasangan dalam memilih jenis kelamin anak.
  3. Kondisi Psikologis Pasangan.  Biasanya pasangan yang memiliki anak laki-laki saja dan sulit mendapatkan anak perempuan, dalam urusan rumah tangga istri lebih dominan dari suami (suami takut istri). Secara psikologis tercipta suasana dalam hati secara tidak sadar, sang istri seakan berkata: "Biar aku sendiri yang perempuan disini aku sanggup melayani semuanya."   Sebaliknya pasangan yang selalu mendapat anak perempuan susah mendapatkan anak laki-laki, dalam urusan rumah tangga suami sangat dominan dibanding istri.  Seakan sang suami juga berkata: :"Cukup aku saja yang laki-laki disini, aku sanggup melindungi semuanya."  Itulah mungkin do'a yang secara tidak sadar kita ucapkan dalam hati setiap hari.  Lalu kita mau pilih yang mana?  Yang terpenting syukuri yang sudah ditetapkan Allah, pasti akan menjadi berkah bagi pasangan suami istri.

http://icukuk.blogspot.com/2015/01/memilih-jenis-kelamin-anak.html

Pisau Baja Tahan Karat

0 komentar:

Post a Comment