Home » » Mungkinkah Olahraga Lebih Bermanfaat dari Shalat?

Mungkinkah Olahraga Lebih Bermanfaat dari Shalat?

http://icukuk.blogspot.com/2014/08/mungkinkah-olahraga-lebih-bermanfaat.html
Catatan Ringan. Jum'at pagi biasanya kami senam aerobik sekalian silaturahmi antar kantor UPTD di Kantor Dinas tempat kami kerja, suatu Jum'at kami diundang senam bersama di Kantor Walikota, rupanya beliau memperkenalkan senam lie tien kung, senam yang di ciptakan oleh Fu Long Sweet, warga Surabaya sekitar 10 tahun yang lalu, yang bisa membuat badan bugar dan tiap gerakannya berkhasiat menghilangkan berbagai penyakit kronis, para peserta olah raga pagi itupun sebagian besar senang dengan hasil yang dirasakan pagi itu, terlebih iming-iming khasiatnya tadi.

Saya pun jadi teringat pada Abu Sangkan yang menjelaskan hikmah gerakan shalat, dimana setiap gerakan shalat yang benar akan memiliki khasiat yang luar biasa banyak manfaatnya bagi kesehatan kita.

Pernah saya dengar juga cerita (semoga tidak salah kutip), seorang peneliti barat, menemukan bahwa satu-satunya organ tubuh manusia yang tidak selalu mendapatkan suplai darah adalah otak.  Ternyata otak mendapatkan suplai darah tiap 24 jam hanya 5 kali, dan yang lebih mengejutkannya ternyata waktu-waktu suplai darah tersebut bertepatan dengan jam shalat  5 waktu bagi umat Islam.  Artinya berbahagialah seorang muslim yang dapat mendirikan shalat pada awal waktu, selain sebagai amalan utama, pada saat kita sujud itulah darah mengalir ke otak sehingga khasiat shalat bagi kesehatan makin bertambah dahsyat.

Pada abad ke 15 Nicolaus copernicus, seorang ilmuwan dari Polandia memperkenalkan teori heliosentris, yaitu teori yang berpendapat bahwa matahari adalah pusat tata surya, dan bumi serta planet-planet yang lain berevolusi mengelilinginya, dimana sebelumnya orang berkeyakinan bahwa bumilah yang menjadi pusat perputaran benda langit. Bahkan ternyata matahari pun beredar (evolusi) mengarah ke bintang Vega dalam satu garis edar yang disebut Solar Apex. Dan pada abad ke 7 nabi Muhammad sudah menyampaikan firman Allah:

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Q.S. Al-Anbiya ayat 33).

Apa yang ingin saya sampaikan dari beberapa cerita di atas adalah kita manusia dengan ilmunya banyak menemukan sesuatu yang menakjubkan, tetapi ternyata hal tersebut sudah ada dalam Al-Qur'an.  Kita umat Islam diperintahkan mendirikan shalat 5 waktu di awal waktu dengan khusu, tuma'ninah, tetapi jarang kita merasakan manfaatnya, sementara dengan senam buatan manusia kita bisa merasakan manfaat langsung.  Hal ini semata-mata karena kita menganggap shalat sebagai kewajiban, untuk menggugurkan kewajiban, bukan sebagai kebutuhan kita, sehingga manfaatnya sangat minim.  Pada saat kita melakukan olahraga, kita sangat berharap bahwa olahraga tersebut akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh kita, maka berlakulah hukum alam yang termuat dalam Hadits Kudsi ini:

Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (HR.Turmudzi).

Pada saat berolahraga kita sangat berharap akan manfaatnya (do'a di dalam hati yang paling dalam), sedang pada saat shalat kita lebih banyak tanpa berharap, hanya untuk menggugurkan kewajiban.  Seharusnya pada saat mengerjakan shalat kita punya prasangka yang baik bahwa ini adalah sebuah ritual yang sangat kita perlukan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan ditambah bacaan shalat yang sebagian besar adalah do'a.

Kesimpulannya: alangkah baiknya kalau kaum muslim dalam setiap mengerjakan tugas di kehidupan sehari-hari selalu berpedoman pada petunjuk Allah, karena itulah petunjuk yang paling baik.  Semoga bermanfaat, terutama bagi saya sendiri.

0 komentar:

Post a Comment